04 Agustus 2009

Enam Tahun Bersama Trans Corp, Sebuah Perjalanan...

Hari ini 4 Agustus, 6 tahun lalu, empat orang pria yang datang dari Bandung, berkumpul di lobi trans tv. Keempat orang ini adalah 4 dari 6 orang yang direkrut oleh hrd trans tv di hotel santika kurang lebih 2 bulan sebelumnya.

Mereka adalah Ilham, Dauzzz, Krisna, dan Aku si Daenk Mar hehehe... Sementara 2 orang lainnya adalah Dedy untuk koresponden Cirebon, dan Rully untuk koresponden Bandung. Meski keduanya kemudian resign.

Kami berempat kemudian menuju ke lantai 3 gedung trans, dimana divisi News berada. Tiga teman tadi memang masih asing saat tiba di lantai tiga, karena kala itu merupakan kali pertama mereka masuk ke news room. Sedangkan aku, itu udah kali kesekian aku memasuki ruangan itu...

Memang beberapa bulan sebelumnya, tepatnya 4 april hingga 4 Mei 2003, aku pernah magang di Program Kriminal Trans Tv. Program yang kini sudah tak ada, namun tetap dikenang pastinya. Hmm program yang luar biasa. Disini ada Mas Shanta dan mba Yuni yang jadi produser. Timnya banyak, ada Dianing, Mira, Bang Erwin, Mufthi, Nugie, Yayan, Jangkung, Kosasih, Cakra, dan lainnya. Sebulan magang, cukup memberi pelajaran berarti buatku kala itu.

Ok, kembali ke 4 Agustus 2003, aku yang sudah kenal dengan lumayan banyak orang di lantai 3, langsung menemui mereka satu persatu dan "meminta ijin" untuk bergabung lagi, namun kali ini bukan anak magang.

Ya, hari senin pertama dibulan agustus tahun 2003 itulah aku resmi bergabung sebagai karyawan di Trans Tv.

Dari hari itulah, petualangan-demi petualangan dalam mencari, merangkum, dan membuat berita aku jalani. Tak terkecuali perihal cinta hehehe...

Rasanya telah lebih dari separo indonesia yang aku datangi sejak saat itu hingga kini. Meski memang tak semuanya karena tugas dari kantor. yang pasti yang sifatnya liburanpun juga menggunakan tabungan yang disisikan dari gaji atau bonus hehehe...

Adalah Mas Iwan, Bang Teguh, Mas Agus, dan Pak Noko (hrd) yang merekrut kami di Cirebon, sekitar Juni. Kalo aku gak salah hanya mas Iwanlah dari mereka yang kini tak lagi bergabung di Trans.

Sejak hari pertama itu hingga hampir dua tahun kemudian aku berada di program bulletin dan current affair. Kriminal, Reportaser, Interogasi, Buka Mata, Good Morning, dll. Kemudian pernah juga bergabung dengan Kejamnya Dunia walau hanya 2 bulan. Memang aku lebih lama di Reportase, sebagai VJ, yang awalnya hanya reporter.

Aku juga pernah mengerjakan program khusus dibawah mba Titin sebagai Produser, Ridho Allah dan Menguntai Kasih Aceh.

Meja korlip pun tak luput dari jemariku. Aku pernah menjadi staff korlip selama 6 bulan, bersama Kang Dede, Kang Kiki, dan my big bro Arief Budiman. Tiga orang hebat menurutku dari sekian banyak orang yang berhasil mengangkat nama Reportase.

Masa akhir di Trans Tv, uniknya juga terjadi di bulan agustus, aku baru saja diangkat menjadi asisten produser untuk korlip, saat aku dan belasan teman di news pindah ke TV7 yang baru saja menjadi bagian dari TRANS Corp.

Dan sejak saat itu, 4 Agustus 2006, aku dan juga ilham sesama anggota rekrutan Cirebon gabung di TV7 yang pada desember 2006 berubah nama menjadi TRANS7.

Awalnya di TV7& aku bergabung di Kupas Tuntas bersama Niki dan Juju (dari Trans Tv juga) dengan Agus Cahyadi, Gadis, Dom, Ferdy (teman-teman yang dari TV7). Disinilah petualangan baru dimulai dibawah bendera TV7 (kemudian TRANS7).

Tak berapa lama di kupas tuntas, yag aku ingat adalah tak lam,a setelah mendatangkan Sumanto ke Jakarta, aku masuk tim baru yakni Selamat Pagi, yang resmi mengudara per 8 januari 2007.

Satu tahun kemudian, maret 2008 aku diberi kepercayaan menjadi produser di program ini, hingga hari ini, hingga saat dimana note ini aku tulis di komputer, dimana aku baru saja menyelesaikan rundown selamat pagi untuk hari selasa 4 agustus 2009 ini.

6 tahun bukan waktu singkat. Seorang anak sudah ada di TK bahkan SD kelas 1 pada usia itu. Namun meski demikian, aku belum merasa apa-apa. Aku masih sama seperti dulu.

Memang banyak hal baru yang aku dapat, pengalaman hidup yang bertambah, terlebih dalam dunia pertelevisian. Namun semua belum berakhir disini. Aku masih harus banyak belajar. Karena aku belum merasa menjadi apa-apa di stasiun televisi yang telah membesarkanku ini.

Terima kasih bagi kakakku yang telah membukakan pintu bagiku memasuki dunia keras namun menyenangkan ini.

Terima kasih bagi mas Iwan, Mba Muni, Bang Teguh dan Mas Shanta, orang dari Trans Tv yang pertama kali aku kenal, saat hari pertama magang, di ruang kaca lantai 3, pada sebuah jum'at sore.

Dan terima kasih juga tentu pada Mba Titin yang telah banyak memberi ilmu dan kepercayaan bagi saya.

Mas Tama dan Mba Atiek, yang begitu baik, meski ia seorang pemimpin (baca dirut), tetap mau berbagai dan bersahabat dengan kami.

Pak Ishadi yang banyak berbagi cerita dan pengalamannya, sebagai contoh bagi kami para jurnalis baru. Dan terlebih saat memberikan kepercayaan luar biasa untuk mewakili beliau dalam sebuah kunjungan ke Maluku Utara. Dan juga perjalanan ke Tokyo bersama rombongan wapres tahun 2005.

Ah... tak kan habis rasanya nama orang aku sebut satu persatu untuk diucapkan terima kasih.

Intinya, terima kasihku tak terhingga bagi semua yang telah membuat aku begini dan bertahan disini.

Perjalananku masih panjang. Insya Allah...

dari meja kerjaku
di lantai 5 gedung trans



daenk mar
04'08'09 - 07:06

23 Juli 2009

Masih Banyak Orang Baik di Jakarta!

Seorang perempuan berdiri di pinggir jalan.
Mengeluarkan dongkrak dari dalam mobil.
Tapi...
Tampak kebingungan.
Oh, ban mobilnya bocor.
Kebingungan dengan sangat.
Tampaknya diriinya tak mengerti cara mengganti ban mobil.
Wajar. Dia perempuan.
Di tengah lalu lintas yang cukup ramai karena jam pulang kantor.
Beberapa menit berlalu, huj
an pun mulai turun.
Raut mukanya tampak membutuhkan bantuan.
Jalanan cukup ramai.
Tak lama, seorang pengendara motor melawan arus.
Ah, dia berhenti tepat di samping mobil sang gadis.
Sebentar berbincang, tak lama bekerja.
Menggantikan ban mobil sang gadis.


Di Jakarta, masih ada orang baik!
Bagi gw, itulah definisi dari segmen Terima Kasih program Selamat Pagi Trans 7.
Untuk membuktikan bahwa di Jakarta masih banyak orang baik!
Walaupun jika harus diungkap dengan kata,
segmen ini mungkin bisa dideskripsikan dengan
satu acara reality show yang ingin menyajikan kebaikan dan rasa toleransi orang lain terhadap yang membutuhkan tanpa pamrih (ini versi gw loh).

Sudah beberapa kali liputan Terima Kasih tayang di Selamat Pagi.
Bagi saya, sebagai bagian dari tim liputan, segmen ini selalu sukses.
Sukses membesarkan jiwa dan melapangkan hati
Sukses karena tanpa rekayasa.
Dan pembuktian, masih banyak orang baik di Jakarta.

Mulai dari episode perempuan yang tidak bisa mengganti ban padahal bannya bocor.
Keterkejutan si penolong saat kami menyergap untuk wawancara benar benar menjadi kado sukses bagi tim liputan, dan saya yakin bagi pemirsa.
Episode lainnya yang tidak kalah seru saat seorang tukang koran yang terjatuh saat keluar dari menjajakan korannya di bis.
Ketika sang tukang koran jatuh, ternyata ada seorang perempuan yang kebetulan mau naik di pintu yang sama.
Secara tidak terlalu mengejutkan, sang perempuan cuek dan langsung ngacir naek ke dalam bis.
Untungnya, di percobaan sebelumnya, kami sudah menemukan seorang pelajar SMP yang mau membantunya saat terjatuh di lampu merah. Masih ada orang baik di Jakarta, meski usia dan taraf pendidikan mungkin lebih rendah.

Mencari tempat syuting seringkali menjadi kendala saat kita ingin eksekusi kasus.
Yang harus diperhatikan adalah, frekuensi orang lalu lalang, tempat yang agak luas untuk parkir dan blokingan untuk si korban.
Episode yang cukup lama mencari tempat adalah pengendara motor yang terjatuh.
Kami menyewa seorang tukang ojek yang mau jatuh dari motor (untungnya tidak terluka).
Meskipun mencari tempat menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya kami syuting tidak terlalu jauh. Di terusan Casablanca, dekat kuburan Menteng Pulo.
Ketika eksekusi dan si pengendara motor terjatuh,
saya sempat berbesar hati. Wah, masih banyak yang mau menolong.
Tapi...
Satu persatu mulai meninggalkan lokasi.
Tidak hanya pergi, merekapun dengan mudahnya sempat melemparkan beberapa nasihat ke bapak yang sedang jatuh.
"Laen kali jangan ngantuk pak kalo bawa motor."
"Masih untung nggak apa apa pak, kalo celaka gimana?."
Hey, this man needs help, and that's the best thing you can do??
Sampai akhirnya ada dua lelaki muda yang tidak beranjak dari tempat kejadian.
Mereka menuju Tebet.
Salah satu dari mereka malah berinisiatif mengantar si bapak pulang.
Padahal rumah si pengendara motor ini di Tanjung Barat, arah Lenteng Agung.
Bisa kebayang jauhnya??
MASIH BANYAK ORANG BAIK DI JAKARTA!
Itu yang saya yakini, itu yang saya saksikan, itu yang saya alami.

Satu lagi episode yang cukup menghangatkan hati.
Seorang pemuda datang dari daerah ingin wawancara kerja di satu gedung, sayang, sepatu yang disiapkan untuk wawancara ternyata basah.
Jadi, si pemuda ini harus meminjam sepatu kepada orang yang lewat di pinggir jalan.
Menurut saya, ide ini agak mengada ada.
"Mana ada yang mau minjemin?" pikir saya.
Sayapun sudah berisap untuk syuting dengan waktu yang agak lama, bersiap jika tidak ada yang meu membantu meminjamkan sepatunya.
Dugaan saya SALAH!
Setelah beberapa kali penolakan, pemuda ini berhasil menemukan seorang laki laki muda yang mau memminjamkan sepatunya, sedangkan yang meminjamkan menunggu dengan nyeker di satu halte bis, tanpa ada jaminan bahwa sepatunya akan kembali.
Jangan dilupakan bahwa yang meminjamkan harus merelakan waktunya terbuang menunggu si pemuda wawancara kerja yang seringkali waktunya tidak dapat dipastikan.
Begitu ikhlasnyakah yang meminjamkan sepatu ini?
Iya.
Saat saya wawancara betapa tidak takutnya dia, sepatunya akan hilang...
Jawabannya hanya, "Jangankan sepatu, kalo Allah mau mengambil nyawa ini sekarang, saya juga ikhlas. Inikan punya Dia."
Tidak hanya satu, seorang bapak yang datang dari bukan kelas yang mampupun rela meminjamkan sepatunya kepada si pemuda untuk wawancara.
Hebatnya, bapak yang kedua ini langsung setuju meminjamkan tanpa basa basi.

Menonton tayangan Terima Kasih Selamat Pagi memang menghangatkan hati dan membuat kita yakin bahwa masih ada orang baik di sekitar kita, dan kita bisa menjadi orang baik itu.
Tetapi, mengerjakan proyek Terima Kasih ini justru membuat saya merasa beruntung.
Beruntung dapat mengalami, melihat, menyaksikan langsung berbagai keajaiban kebaikan terjadi.
Membesarkan Jiwa, Melapangkan Hati.

Jadi, siapa bilang warga Jakarta individualistis?



FRD (Reporter Selamat Pagi)

22 Juli 2009

Info Seputar Wadah Makanan

SEGITIGA DENGAN ANGKA 1 DI DALAMNYA
Polyethylene Terephthalate
Contoh : Botol Minuman, Botol Minyak Goreng, Botol Kecap, dll
Aman digunakan untuk makanan dan minuman, tapi tidak untuk pemakaian berulang-ulang

SEGITIGA DENGAN ANGKA 2 DI DALAMNYA
High Density Polyethylene
Contoh : Botol Kosmetik, Botol Obat, Botol Cairan Kimia, Kemasan Permen, Tutup Plastik, dll
Aman digunakan untuk makanan dan minuman, tapi tidak untuk pemakaian berulang-ulang

SEGITIGA DENGAN ANGKA 3 DI DALAMNYA
Polyvinyl Chloride
Contoh : Cling Film, Tray Transparan, Selang, Pipa Bangunan, Taplak Meja Plastik, dll
Tidak digunakan untuk makanan atau minuman dengan suhu tinggi

SEGITIGA DENGAN ANGKA 4 DI DALAMNYA
Low Density Polyethylene
Contoh : Kantong Plastik/Tas Kresek dan Plastik Tipis Lainnya
Aman untuk mengemas makanan dan minuman, namun waspada dalam menggunakan kresek berwarna. Jangan gunakan kresek hitam untuk makanan satu minuman dengan suhu tinggi

SEGITIGA DENGAN ANGKA 5 DI DALAMNYA
Polypropylene
Contoh : Gelas Minuman Plastik, Alat-Alat Rumah Tangga, Mainan Anak, Tutup Botol, dll
Kemasan ini paling aman untuk digunakan termasuk untuk makanan dan minuman

SEGITIGA DENGAN ANGKA 6 DI DALAMNYA
Polystyrene
Contoh : Styrenefoam, Sendok, Garpu, dll
Hanya untuk makanan kering. Tidak untuk penggunaan berkali-kali. Tidah untuk makanan atau minuman berminyak, berlemak, dan panas diatas 80’C

SEGITIGA DENGAN ANGKA 7 DI DALAMNYA
Polycarbonate atau Others
Contoh : Botol Minuman, Galon Air Mineral, Boto Susu Bayi, dll
Aman untuk makanan dan minuman, bahkan bisa disterilkan dan dipanaskan

Sumber : BPPT

=>
segitiga dengan angka didalamnya, dapat dilihat di bagian bawah kemasan tersebut
semoga bisa membantu ya...

20 Juni 2009

SELAMAT PAGI TIDAK TAYANG SEMENTARA

Dengan ini kami sampaikan bahwa Program Selamat Pagi, selama liburan sekolah tidak tayang. Yakni tanggal 22 juni - 1 juli.

Selamat Pagi akan kembali tayang pada hari Kamis, 2 Juli 2009. Masih tetap pada pukul 08.00-09.00 WIB, hanya di TRANS7.

Selama Selamat Pagi tidak tayang, pemirsa setia selamat pagi bisa menyaksikan film khusus liburan sekolah.

Demikian informasi ini kami sampaikan.

Salam
Tim Selamat Pagi

28 Mei 2009

Mantan Produser SP Menikah

Hari Minggu, 17 Mei lalu, mantan produser Selamat Pagi, Cut Ika Melanie, melangsungkan pernikahannya di Senayan.

Cut termasuk satu dari beberapa orang yang menjadi tim awal dari Selamat Pagi. Kini Cut adalah produser program Redaksi Siang, yang tayang setiap hari jam 11.30, di TRANS7.



Salah satu tamu istimewa yang hadir adalah Teh Desy, yang langsung dimintai foto oleh para penggemar hehehe...



Nah kalo yang ini host lot SP, Neng Rieska dan Athir. Dan saya hehehe....



Selamat berbahagia Cut dan Wahyu...

Salam
daenk MAR
dan Tim SP